Skip to main content

Khotbah Kristen tentang Kehidupan Sehari-hari Sekarang

SAKSIIMAN.COM, Khotbah Kristen tentang Kehidupan Sehari-hari Sekarang - Yusuf adalah salah satu tokoh dalam Alkitab yang cara hidupnya patut diteladani. Kisah Yusuf memberikan banyak pelajaran berharga tentang kehidupan sehari-hari, bagaimana seharusnya seorang manusia hidup.

Khotbah Kristen tentang Kehidupan Sehari-hari Sekarang

Apa yang dapat dipelajari dari kisah kehidupan Yusuf? Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Pekerja Keras


Peristiwa yang dialami Yusuf mungkin bagi kita adalah sebuah malapetaka. Namun berbeda dengan Yusuf, ia tidak menyerah dan berlarut-larut dalam masalahnya.

Ia setia dan memiliki jiwa pekerja keras sampai akhirnya ia diangkat oleh Potifar menjadi orang yang berkuasa di rumahnya dan dipercaya mengurus semua milik tuannya (Kejadian 39:2-6).

2. Memiliki Integritas


Salah satu yang membuat seorang pemimpin jatuh adalah karena integritasnya. Yusuf membuktikan bahwa dia seorang pemimpin yang berintegritas.

Hal ini dapat dilihat saat ia menolak setiap bujukan dari isteri tuannya, Potifar. (Kejadian 39:7-10).


3. Tidak Pernah Menyerah


Karena penolakan tersebut jugalah, Yusuf difitnah oleh isteri Potifar yang kemudian diganjar dengan kurungan penjara.

Mari kita lihat bagaimana jatuh bangun kehidupan Yusuf. Tentu banyak penderitaan yang dialami oleh Yusuf. Mulai dari dibenci oleh saudara-saudaranya, menjadi budak, kemudian diangkat menjadi pemimpin. Tentu semua peristiwa tersebut tidak terjadi dalam waktu yang singkat.

Yusuf tidak pernah menyerah pada keadaannya. Ia kemudian mendapat kasih di mata kepala penjara dan diangkat untuk mengurus segala pekerjaan di tahanan. (Kejadian 39:21-23).

4. Sabar dan Rendah Hati


Yusuf harus bersabar dalam kurungan tersebut. Sampai akhirnya lewat dua tahun lamanya dan tibalah ia menghadap Firaun untuk mengartikan mimpi Firaun.

Di sini diperlihatkan bagaimana Yusuf memahami segala kemampuannya dan pengertiannya bukan dari dirinya sendiri tapi berasal dari Allah. (Kejadian 41:16).


5. Mengampuni dengan Cara Mendidik untuk Menumbuhkan Kasih


Setelah terjadi kelaparan di seluruh bumi, Yakub meminta kepada anak-anaknya ke Mesir untuk membeli makanan karena hanya di Mesir terdapat makanan.

Ketika saudara-saudara Yusuf tiba di Mesir, Yusuf bisa mengenali saudara-saudaranya namun mereka tidak.

Bagi sebagian orang, kekuasaan yang dimiliki adalah ajang untuk membalas dendam semua kejadian masa lalu.

Tapi berbeda dengan Yusuf. Ia mengampuni kesalahan saudara-saudaranya. Ini kasih yang luar biasa.

Ada sesuatu yang menarik dari cara Yusuf mengampuni. Ia menguji Saudara-saudaranya terlebih dahulu sebelum memperkenalkan siapa dirinya.

Bisa dikatakan, cara Yusuf mengampuni ini sebagai salah satu cara mendidik, bukan untuk menyatakan kesalahan tapi untuk menyadarkan saudaranya akan kasih dan pengorbanan.

Terbukti, Ruben dan Yehuda dan semua saudaranya benar-benar siap berkorban untuk saudara bungsu mereka, Benyamin.

6. Kasih yang Tulus dan Penyayang


Kerinduan Yusuf terhadap saudara-saudaranya tidak bisa ditutup-tutupinya. Pada pertemuan mereka yang pertama, Yusuf menangis dan mengundurkan diri dari hadapan mereka.

Pada saat Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya (Kejadian 45:2), dengan menangis ia memperkenalkan dirinya.

Kita bisa merasakan suasana hati saudara-saudaranya yang pasti sangat takut atas semua kesalahan mereka di masa lalu.

Namun dengan penuh kasih yang tulus, Yusuf meminta kepada saudara-saudaranya untuk mendekat dan tidak takut.

Bahkan Yusuf meminta kepada saudara-saudaranya untuk menjemput ayahnya dan pindah ke Mesir bersama-sama dengan seisi rumahnya dan menanggung seluruh keperluan mereka.

Ada lagi hal yang menarik tentang kasih persaudaraan yang ditunjukkan Yusuf terhadap saudara-saudaranya. Bagaimana ia mengasihi semua saudara-saudaranya dengan tulus hati (Kejadian 45:14-15).

Dalam ayatnya yang ke 24 dalam Kejadian 45, Yusuf memberikan nasehat kepada saudara-saudaranya untuk tidak berbantah-bantah di jalan. Tentu ini adalah kasih yang tulus dari Yusuf agar mereka selamat dan dapat segera berkumpul kembali.


7. Melihat dari Sudut Pandang yang Berbeda


Yusuf sadar bahwa semua yang dialaminya adalah semata-mata karena rencana Tuhan. Dan semua pencapaiannya adalah karena penyertaan Tuhan.

Yusuf bisa mengampuni saudaranya karena ia bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda. Ia tahu bahwa semua yang terjadi semua dalam kendali dan rencana Tuhan (Kejadian 45:4-8, Kejadian 50:20).

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sebagai pemuda mampu mengikuti jejak kasih, sifat dan karakter dari Yusuf?

Semoga kisah dan teladan Yusuf dapat menjadi inspirasi bagi kita dalam menjalani hidup yang penuh kasih dan taat dalam rencana Allah.


Demikianlah khotbah Kristen tentang kehidupan sehari-hari sekarang untuk pemuda. Semoga bermanfaat!

Saksi Iman
Saksi Iman
Tempat untuk berbagi cerita betapa baik dan hebat Tuhan di dalam kehidupanku..

Tentang
Saksi Iman merupakan tempat untuk berbagi inspirasi dan motivasi Kristen.

Hubungi Kami
WhatsApp 085396717324
Email Lara4store@gmail.com

Alamat
Baebunta Selatan, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Indonesia - 92965